
Pembagian paket bantuan untuk para penyintas banjir bandang Wani
DONGGALA – Kamis, 15 Januari 2026. Yayasan Baitul Muamalah Indonesia bergerak cepat dalam merespons kebutuhan penyintas bencana banjir di wilayah Kabupaten Donggala. Bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat (LAZ) Nurul Hayat Surabaya, yayasan tersebut mengimplementasikan program peduli bencana bertempat di Desa Wani 1, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah.
Penyaluran bantuan ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga dan pendidikan anak-anak di masa pemulihan.
Rincian Pendistribusian Bantuan
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan logistik hingga peralatan perlengkapan ibadah dan sekolah, dengan rincian sebagai berikut:
- Peralatan Memasak: 5 set kompor gas lengkap dengan tabung gas untuk mendukung aktivitas dapur warga.
- Logistik Pangan: 10 karung beras sebagai cadangan pangan pokok.
- Perlengkapan Tidur & Pakaian: 10 buah tikar, 10 buah selimut, serta 10 lembar sarung.
- Perlengkapan Ibadah: 15 set mukena untuk warga perempuan.
- Pendidikan: 5 paket seragam sekolah komplit guna memastikan anak-anak penyintas dapat kembali bersekolah dengan layak.

Tim bersama perangkat desa menggali informasi mengenai banjir bandang Wani
Komitmen untuk Pemulihan Pascabencana
Perwakilan dari Yayasan Baitul Muamalah Indonesia menyatakan bahwa kolaborasi dengan LAZ Nurul Hayat Surabaya ini merupakan bentuk nyata kehadiran lembaga sosial di tengah kesulitan masyarakat. Desa Wani 1 yang terletak di Kecamatan Tanantovea menjadi titik fokus karena dampak banjir yang cukup signifikan memengaruhi kesiapan fasilitas rumah tangga warga.
“Kami berharap bantuan ini tidak hanya sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga memberikan dukungan moril bagi warga Desa Wani 1 agar segera bangkit pascabencana,” ujar pihak yayasan dalam keterangannya.

Lokasi terdampak banjir bandang
Kegiatan yang berlangsung tertib ini disambut baik oleh pemerintah desa setempat dan warga penerima manfaat. Dengan adanya bantuan alat dapur dan logistik, diharapkan proses transisi menuju kehidupan normal bagi para penyintas dapat berjalan lebih cepat dan terukur.

